Materi Review Text – Pengertian, Fungsi, Generic Structure dan Contoh ‘TERLENGKAP’

Posted on

Materi Review Text – Pengertian, Fungsi, Generic Structure dan Contoh ‘TERLENGKAP’

 

Sahabat SBI (Study bahasa Inggris ), biasanya jiwa konsumtif kita muncul tatkala kebutuhan hidup semakin banyak, saat itu pula berbagai bentuk produk yang akan kita beli seolah terpampang di depan mata. Namun sebagai pembeli yang baik, ada baiknya kita harus mengetahui komposisi, nilai mutu dari barang tersebut. Biasanya suatu produk yang dijual, misalnya ‘produk kecantikan’, ada berupa testimony dari pengguna nya. Hal ini bisa menjadikan suatu perbandingan dengan produk lainnya. Nah sesuai dengan yang akan kita pelajari pada kesempatan ini yaitu Review Text, apa sih Review Text itu ? simak dalam uraian berikut ini…

 

Review text bisa diartikan sebagai teks yang difungsikan untuk meninjau yang berisi penilaian atau pembahasan terhadap suatu obyek untuk disajikan kepada pembaca. Apa saja yang ditinjau? ya apa saja lah, baik buku, produk kecantikan, mobil, hp, laptop dan lain sebagainya. mari kita pelajari lagi apa dan bagaimana review text itu. Siap?

Social Function Review Text : Ternyata review text bisa berfungsi sebagai to criticise an art work or event for a public audience.( memberitahukan kelebihan dan kekurangan kepada publik atau pembaca mengenau suatu hal yang ditinjau. Bisa juga untuk mengriktik suatu hal yang dianggap perlu pembenahan ).

Ciri Kebahasaan (Language Features)

Pada Review Text terdapat beberapa ciri kebahasaan seperti berikut ini:

1. Menggunakan present tense.
2. Banyak menggunakan adjective (kata sifat) seperti, bad, good, valuable, etc.
3. Sering menggunakan long clause (klausa panjang) dan kompleks.

Generic Structure Review Text

Setiap jenis teks bahasa Inggris (genre) memiliki ciri Generic Structure yang berbeda-beda sesuai dengan tujuan komunikatif yang akan disampaikan kepada pembaca. Dan untuk Generic Structure dari Review Text, terdapat 4 struktur kalimat, yaitu:

  1. Introduction

Seperti jenis teks bahasa Inggris (genre) yang lainnya, pada paragraph pertama dari sebuah Review Text berisi tentang gambaran umum tentang sebuah karya atau benda yang akan ditinjau. Gambaran umum tentang karya atau benda tersebut bisa berupa nama, kegunaan, dan sebagainya.

  1. Evaluation

Pada Generic Structure yang kedua, Evaluation, memberikan gambaran tentang detail suatu karya atau benda yang direview, bisa berupa bagian-bagian dari karya atau benda tersebut, keunikan dan kualitasnya. Tapi jangan terlalu memberikan banyak deskripsi tentang karya atau benda tersebut, karena teks review kita seakan-akan “mengajarkan” calon pembeli dan itu tidak bagus. Evaluasi karya atu benda sejauh yang dibutuhkan oleh pembeli adalah yang paling benar. Istilah yang digunakan dalam sturktur paragraph yang kedua ini tidak jauh dari kata “baik” atau “tidak” karya atau benda tersebut. Pada bagian evaluasi, biasanya terdiri lebih dari satu evaluasi.

  1. Interpretation

Pada bagian ketiga ini, kami memberikan pandangannya sendiri mengenai karaya atau benda yang direviewnya. Tentunya phase ini dilakukan setelah melakukan evaluasi yang cukup terhadap karya atau barang tersebut. Seringkali untuk mendukung dan memperkuat pandangan kami mengenai karya atau benda yang direviewnya, kami tersebut membandingkan karya atau benda tersebut dengan karya atau benda yang mirip. Pada phase ini juga kami menuliskan di bagian apa karya atau benda tersebut bernilai atau di bagian apa karya atu benda tersebut kurang bernilai.

  1. Summmary

Pada bagian ini, kami memberikan kesimpulan kepada pembaca terhadap karya atau benda yang telah direviewnya. Setelah memberikan penjelasan di evaluasi dan pandangan penlis sendiri di interpretation, tibalah kami memberikan komentar apakah karya atau benda yang direviewnya berharga atau tidak untuk calon pembeli.

Masih bingung? Okelah mari kita langsung saja memberikan beberapa contoh review text, yang semoga bisa menambah pemahaman kita tentang review text.

Example :

Harry Potter: Order of the Phoenix

Orientation

I absolutely love the Harry Potter series, and all of the books will always hold a special place in my heart.

Evaluasi 1

I have to say that of all of the books, however, this was not my favorite.

Evaluasi 2

When the series began it was as much of a “feel good” experience as a huge mug of hot cocoa. The stories were bright, fast-paced, intriguing, and ultimately satisfying.

Interpretation

Order of the Phoenix is a different kind of book. In some instances this works…you feel a whole new level of intensity and excitement by the time you get to the end. I was truly moved by the last page. Other times the book just has a slightly dreary, depressing feel. The galloping pace of the other books has slowed to a trot here, and parts of it do seem long, as if we’re reading all about Harry “just hanging out” instead of having his usual adventures. Reading in detail about Harry cleaning up an old house, for example – housekeeping is still housekeeping, magical or no, and I’m not very interested in doing it or reading about other people doing it.

A few other changes in this book – the “real” world comes much more in to play rather than the fantasy universe of the previous books, and Harry has apparently been taken off his meds. I know that he had a lot to be grumpy in this book, especially with being a teenager and all, but the sudden change in his character seemed too drastic. He goes from being a warm-hearted, considerate person to someone who will bite his best friend’s heads off over nothing. It just seemed like it didn’t fit with his character, like he turned into a walking cliché of the “angry teen” overnight.

Summary

The “real” story seemed to happen in the last 1/3 of the book, and this part I loved. I actually liked the ending (and yes, I cried!) as sad as it was. It packed a punch and it made me care about the story even more. Still a really good book, with some editing it would have been great.

Demikian pembahasan materi pembelajaran bahasa inggris tentang “Review Text”, semoga bermanfaat untuk Sahabat SBI, tak lupa terus semangat untuk belajar. Belajar tidak harus dengan mengikuti pembelajaran di kelas, membaca buku pelajaran, namun belajar dari orang lain dengan mengamati, mengerti cara berfikir, dan cara bekerjanya. Keep Fighting Guys !!