Metode Mengajar Bahasa Inggris Yang Menyenangkan

Metode Mengajar Bahasa Inggris Yang Menyenangkan Learn English is FUN

 

Mengajar Bahasa Inggris memiliki tantangan tersendiri, khususnya jika yang diajarkan adalah sekelompok siswa yang kurang memiliki antusias terhadap kegiatan belajar-mengajar. Respon-respon singkat yang menunjukkan ketidaktertarikan mereka terhadap suatu materi merupakan makanan sehari-hari para pendidik. Oleh sebab itu kali ini saya akan berbagi tips untuk Sahabat SBI (Study bahasa Inggris ) mengenai “Metode Mengajar Bahasa Inggris Yang Menyenangkan “, Langsung saja kita pelajari pada uraian di bawah ini :

Membuat suasana kelas yang menyenangkan bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan oleh para guru. Membuat murid merasa nyaman di dalam kelas pun sangat sulit untuk dilakukan. Yang sering terjadi di dalam kelas-kelas adalah murid tidak betah berlama-lama duduk di dalam kelas. Biasanya 5-10 menit pertama guru memulai pelajarannya para murid masih bisa duduk dengan manis di bangkunya masing-masing, dan apa yang terjadi setelah 10 menit berlalu. Ya, benar sekali mereka akan mulai ribut, mengobrol, memukul-mukul meja dan meminta izin untuk pergi ke WC. Semuanya itu terjadi karena mereka merasa bosan dengan kelasnya. Mereka tidak tertarik dengan pelajaran yang disampaikan oleh gurunya. Jadi siapa yang salah dalam masalah ini. Apakah para murid yang tidak disiplin ataukah guru yang tidak membuat kelas mereka menyenangkan. Jawabannya sudah pasti kelas yang tidak menyenangkan. Karena jika kelas menyenangkan, maka para murid akan senang belajar bersama gurunya baik di dalam kelas maupun di luar kelas.

Berikut adalah langkah-langkah bagaimana kita mengajar dengan cara yang menyenangkan. Karena saya adalah seorang guru Bahasa Inggris di Sekolah Dasar. Maka saya akan menuliskan pengalaman saya mengajar di kelas Bahasa inggris yang menyenangkan.

1. Opening (pembukaan)

Dalam pembukaan kita dapat melakukan teknik BSD, yaitu Bring something different, Say something different, and Do something different. (membawa sesuatu yang berbeda, mengatakan sesuatu yang berbeda dan melakukan sesuatu yang berbeda). Dengan melakukan teknik BSD, peserta didik akan disuguhan sesuatu yang berbeda dari yang biasanya dilakukan oleh guru di awal pertemuan.

Bring something different, yaitu membawa suatu yang berbeda ke dalam kelas untuk menunjang pembelajaran. Misalnya untuk mengajar Bahasa Inggris dengan tema ‘Time’, guru membawa jam dinding ke dalam kelas, jika akan mengajar tentang sayuran dan buah-buahan, guru membawa sayuran dan buah-buahan yang masih segar ke dalam kelas.

Say something different yaitu guru mengatakan sesuatu yang berbeda di awal pertemuan, bukan salam yang biasa seperti, good morning atau good afternoon. Mengatakan sesuatu yang berbeda, guru bisa mengatakan ‘are you ready for fun?’ atau ‘are you ready for more fun?’ sehingga peserta didik tidak bosan mendengar guru memberi salam good morning atau good afternoon saja.

 Do something different yaitu melakukan sesuatu yang berbeda. Jika setiap pertemuan guru melakukan sesuatu yang rutin saja, maka peserta didik pun akan bosan dengan ritual yang dilakukan guru di awal pertemuan. Dengan melakukan sesuatu yang berbeda di dalam kelas, maka peserta didik akan mendapatkan sesuatu yang menyegarkan. Misalnya dengan meminta peserta didik untuk bertepuk tangan, lari di tempat, melompat, dan lain-lain.

 

2.  Ice-breaking

Dalam langkah ini, guru melakukan review dan preview. Guru mengecek ulang pelajaran yang lalu atau memberikan pandangan pelajaran yang akan dilakukan. Dalam melaksanakan langkah ini, peserta didik dan guru bisa menggunakan teknik Total Physical Response (TPR), yaitu melibatkan fisik untuk melakukannya. Anak-anak sangat suka menggerakkan tubuh mereka itulah mengapa dalam tahap ice-breaking, kita melibatkan anggota tubuh dari murid kita. selain akan membuat atmosfir yang ceria juga akan melancarkan peredaran darah dan dengan menggerakan tubuh maka akan membuat murid kita lebih bersemangat.

 

3 . Lead-in

Dalam tahap ini guru mengecek sejauh mana kemampuan peserta didik dalam pelajaran yang akan diajarkan. Dalam tahap ini guru mengecek kemampuan siswa dalam hal (1) sentence (kalimat), apakah peserta didik faham dalam tingkat pemilihan kalimat yang tepat, (2) understading (pemahaman), apakah peserta didik faham apa yang diminta guru, perintah dari guru, (3) vocabulary (kosakata), apakah peserta didik mampu untuk menggunakan kosakata yang tepat, (4) context (konteks), apakah peserta didik memahami konteks kalimatnya.

 

4. Presentasi

Dalam tahap ini, guru memberikan konsep dari pelajaran yang diberikan. Dalam memberikan presentasi, guru menyampaikan konsep dengan sederhana, singkat dan mudah dipahami. Dalam memberikan presentasi, guru lebih banyak memberikan contoh daripada penjelasan. Dalam menggunakan papan tulis, guru tidak hanya sekedar menuliskan materi tetapi melakukan Board Management, yaitu mengatur papan tulis sehingga memudahkan guru menyampaikan materi atau konsep. Dalam tahap ini guru tidak menerangkan dengan cara yang rumit. Dalam tahap presentasi diharapkan guru menyampaikannya dengan cara yang paling mudah. Jangan berpikiran bahwa menerangkan sesuatu yang sulit membuat kita merasa menjadi guru yang keren.

 

5 . Controlled Practice

Dalam tahap ini, saatnya peserta didik untuk menerapkan konsep yang sudah diberikan oleh guru. Dalam kelompok kecil, peserta didik melakukan latihan seperti bertanya, menjawab atau menjelaskan. Dalam tahap ini, guru mengontrol kegiatan yang dilakukan peserta didik, mengkoreksi lansung kesalahan yang dilakukan peserta didik. Student Talk Time atau waktu siswa berbicara berlaku di tahap ini. Yang menjadi pusat dari proses pengajaran adalah siswa. Tidak ada waktu bagi siswa untuk memikirkan aktivitas lain seperti mengobrol, memukul-mukul meja ataupun meminta izin keluar dalam tahap ini. Semua siswa diharuskan aktif dalam proses ini.

 

6. Semi-controlled Practice

Dalam tahap ini, peserta didik tetap melakukan latihan. Di tahap ini guru tidak melakukan koreksi secara lansung tapi membiarkan peserta didik yang lain untuk melakukan koreksi. Dalam tahap ini, siswa dituntut untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran. Siswa diberi tanggung jawab untuk mengkoreksi kesalahan yang dilakukan oleh temannya.

 

7. Real-life Practice

Di tahap ini, peserta didik menggunakan Bahasa Inggris seperti dalam kehidupan sehari-hari. Dalam tahap ini, peserta didik dapat melakukan drama.

 

8.Feed-back & Closing

Di tahap ini, peserta didik dan guru sama-sama memberikan kesimpulan tentang pelajaran yang telah dilakukan. Di tahap ini, guru mencari tahu apakah siswa senang dalam melaksanakan proses pelajaran dan apakah mereka akan menggunakan konsep pelajaran tersebut dalam kehidupan sehari-harinya.

Dan yang terpenting adalah senyum yang mereka perlihatkan selama pelajaran kita di dalam kelas. Ketika kita melihat senyum di muka murid kita maka saat itu kita tahu bahwa kita telah berhasil membuat kelas kita menyenangkan…^_^… Selamat mencoba ya Sahabat SBI